Ads 720 x 90

Fiksioner Free Blogger Theme Download

Sejarah Kabupaten Banyuwangi


Asal usul nama Banyuwangi disangkat dari Peristiwa Putriya Sri Tanjung yang mau dibunuh oleh suaminya yang bernama raden banterang di tepi sungai dikarenakan suaminya ragu dengan janin yang ada didalam rahimnya bukan anak hasil denganya tetapi hasil perselingkuhan ketika dia ditinggal menuju medan perang.  Lalu putri sritanjung bersumpah kepada sang suami dan berkata: “Jika air di sungai ini berbau amis berarti janin ini bukan anakmu tetapi jika sungai ini berbau harum (wangi) maka janin ini merulakan anak kandungmu”. Kemudian sang putri melompat ke sungai dan darah yang mengalir ke didalam sungai ternyata berbau wangi, kemudian sang suamipun menangis dan menyesal dan dari kejadian ini yang kemudian menjadi asal usul kota Banyuwangi.

Menurut peristiwa yang ada, pada tanggal 18 Desember 1771 merupakan momen peristiwa paling tua yang bisa diangkat sebagai hari jadi Banyuwangi, Yaitu puncak perang Puputan Bayu. Sejarah Banyuwangi tidak lepas dari Sebuah kisah Kerajaan Blambangan. Kemudian Pada pertengahan abad ke-17, Banyuwangi menjadi bagian dari Kerajaan Hindu Blambangan yang dipimpin Pangeran Tawang Alun. Pada masa ini secara administratif VOC berpikir bahwa Blambangan sebagai lokasi kekuasannya,  didasarkan penyerahan kekuasaan jawa bagian timur (termasuk blambangan) oleh Pakubuwono II yang merupakan raja di kerajaan mataram kepada VOC. Padahal Mataram tidak pernah sukses menguasai Blambangan yang pada saat itu merupakan kerajaan hindu terakhir yang ada di pulau Jawa. 

VOC langsung mengamankan kekuasaanya atas Blambangan pada akhir abad ke-18. Hal ini menjadi awal sebuah perang besar selama lima tahun (1767–1772). Hingga terjadi suatu pertempuran dahsyat yang disebut Puputan Bayu sebagai usaha terakhir Kerajaan Blambangan untuk melepaskan diri dari belenggu VOC. Pertempuran Puputan Bayu terjadi pada tanggal 18 Desember 1771 yang kemudian ditetapkan sebagai hari jadi Banyuwangi.

Sebenarbya VOC tidak tertarik dengan bumi Blamnbangn akan tetapi, Perang di blambangan terjadi setelah Inggris menjalin pertalian dagang bersama Blambangan yang kemudian mendirikan pada tahun 1766 di bandar kecil Banyuwangi ( yang pada saat itu diberi nama Tirtaganda, Tirtaarum atau Toyaarum), maka VOC bergerak agar dapat merebut Banyuwangi dan mengamankan seluruh Blambangan karna mereka menurut mereka blambangan adalah milik mereka.didalam peprangan yang berjalan pada th. 1767-1772 ( 5 th. ) itu, VOC mengupayakan untuk merebut seluruh Blambangan yang  saat itu berkembang menjadi pusat perdagangan yang dikuasai Inggris.

Dengan demikianlah jelas nama Banyuwangi diangkat akibat perang dahsyat Puputan Bayu. Seandainya Inggris tidak menjalin perdagangan di Banyuwangi pada th. 1766, bisa saja VOC tidak akan melaksanakan ekspansinya ke Blambangan pada th. 1767. Dan bisa saja perang Puputan Bayu tidak akan terjadi pada tanggal 18 Desember 1771. Dengan perang Puputan Bayu dijadikan sebagai tanda  lahirnya Banyuwangi. penetapan tanggal 18 Desember 1771 sebagai hari jadi Banyuwangi sebenarnya terlalu rasional.


Refrensi : Website Resmi Pemda Banyuwangi
Nanda Krisbianto
Be a person who is useful to the world, Never sink with limitations.

Related Posts

Subscribe Our Newsletter