Ads 720 x 90

Fiksioner Free Blogger Theme Download

Pengertian Tentang revolusi Industri 4.0 dan tantangan generasi milineal

B-KREATIF - Dunia telah memasuki Revolusi Industri 4.0 pada saat ini.  Konsep Tentang “Industri 4.0” pertama kali digunakan di publik saat acara pameran industri Hannover Messe di kota Hannover, Jerman pada tahun 2011. Banyak para tokoh dunia yang menyampaikan soal industri 4.0, dalam penyampaianya kita harus "Bersiap Menyongsong Industri 4.0" dan"Kita tidak boleh TERGILAS dengan industri 4.0". Sebenarnya apa  sih Revolusi Industri 4.0 ? Kenapa para tokoh dunia menyoroti revolusi industri 4.0 sangat serius ?

Sebelum Kita mengenal tentang Revolusi Industri 4.0, patutnya kita tau terlebih dahulu apa itu revolusi industri 4.0.definisi dari revolusi industri itu sendiri artinya adalah perubahan besar dan radikal terhadap cara manusia memproduksi suatu barang. Revolusi industri ini telah terjadi masa revolusi sebanyak tiga kali, dan saat ini kita sedang mengalami revolusi industri 4.0. Setiap perubahan dalam revolusi industri ini selalu diikuti oleh perubahan besar dalam bidang lainya, seperti ekonomi, politik, bahkan militer dan budaya.

Akibat yang ditimbulkan dengan adanya revolusi ini menyebabkan beberapa hal yg semula begitu sulit, begitu lama, dan begitu mahal dalam proses produksi akan menjadi mudah, cepat, dan murah. Dengan adanya Revolusi industri ini bisa memudahkan, bahkan bisa menghilangkan kelangkaan yang dialami, sehingga waktu, tenaga, dan uang yg awalnya digunakan untuk mengatasi kelangkaan tersebut bisa dialihkan dan digunakan untuk hal lain, untuk mengatasi kelangkaan yang lain. Akibat Negatif dari adanya perkembangan industri banyak jutaan pekerjaan lama menghilang, dan jutaan pekerjaan baru yang muncul. Oleh sebab itu, kita harus bersiap menyongsong revolusi keempat ini dan memanfaatkanya dengan baik. Lalu apa sebenarnya pengertian dari Revolusi Industri 4.0 ini ?

REVOLUSI INDUSTRI 4.0

apa pengertian tentang revolusi industri 4.0? pengertian industri 4.0 adalah revolusi yang diciptakan dalam dunia industri yg menggabungkan Teknologi Informasi dengan  teknologi otomatisasi. Revolusi Industri 4.0 Sudah begitu banyak mengubah bidang kehidupan manusia, Contohnya pada bidang ekonomi, dunia kerja, bahkan gaya hidup manusia. Revolusi 4.0 telah membuat sebuah perubahan besar pada dunia industri yang menanamkan teknologi yang begitu cerdas berkat adanya kemajuan teknologi yang dapat menghubungkan dengan berbagai bidang kehidupan manusia dengan sangat mudah.

Prinsip Rancangan Industri 4.0

Dikutip dari Wikipedia, revolusi industri 4.0 memiliki 4 prinsip yg memungkinkan sebuah perusahaan untuk mengimplementasikan dan mengidentifikasi berbagai skenario industri 4.0, diantaranya adalah sebagai berikut:

  • Interoperabilitas (kesesuaian): kemampuan perangkat, manusia, mesin, dan sensor untuk saling terhubung dan berkomunikasi antara satu sama lain melalui media internet.
  • Transparansi Informasi: kemampuan sebuah sistem informasi dalam menciptakan salinan dunia fisik dalam bentuk virtual dengan cara memperkaya model pabrik digital menggunakan data sensor.
  • Bantuan Teknis : Pertama, kemampuan sistem bantuan dalam membantu manusia dengan cara mengumpulkan, membuat visualisasi informasi secara menyeluruh yang bertujuan untuk membuat keputusan bijak dan menyelesaikan masalah penting mendadak. Kedua, kemampuan sistem siber-fisik untuk membantu manusia secara fisik dengan melakukan serangkaian tugas yang tidak menyenangkan, terlalu berat, atau tidak aman bagi manusia.
  •  kemampuan sistem bantuan dalam membantu manusia untuk mengumpulkan sebuah data hingga membuat visualisasi agar dapat membuat keputusan yang bijak. selain itu, terdapat Keputusan Mandiri: kemampuan sistem cyberr-fisik sebagai patokan membuat keputusan dan melakukan tugas semandiri mungkin.


Sudah Siapkah Menghadapi Revolusi Industri 4.0?

Tantangan Era revolusi industri 4.0

Revolusi industri 4.0 akan banyak membawa perubahan dalam berbagai bidang dengan segala konsekuensinya, dengan adanya revolusi generasi keempat ini, dunia industri akan semakin kompak dan lebih efisien. akan tetapi ada risiko yang mungkin muncul, misalnya berkurangnya SDM karena digantikan oleh mesin atau robot. Dunia saat ini tengah mencermati revolusi industri 4.0 secara saksama. Banyak peluang yang muncul di situ, tapi di sisi lain kita harus siap dengan banyak tantangan yang harus dihadapi dalam Revolusi 4.0.

Apa sesungguhnya revolusi industri 4.0 ? Prof. Klaus Martin Schwab, seorang ekonom dan teknisi di Jerman, sekaligus pendiri dan Executive Chairman World Economic Forum, yg pertama kali memperkenalkannya. Dalam tulisanya lewat bukunya The Fourth Industrial Revolution (2017), beliau menyebutkan bahwa pada era ini kita berada pada awal sebuah revolusi yg secara fundamental mengubah cara hidup, cara bekerja dan cara berhubungan satu sama lain.

Perubahan tersebut sangat cepat dan dramatis, perubahan ini terjadi pada kecepatan eksponensial. yang sangat berpengaruh dalam kehidupan manusia di banding era revolusi industri sebelumnya. Pada awal revolusi Industri 1.0, ditemukanya mekanisasi dan energi berbasis uap dan air menjadi penanda awalnya revolusi industri.

Revolusi generasi pertama, Tenaga hewan dan manusia telah diganti oleh kemunculan mesin. Mesin yang ditemukan pada revolusi generasi pertama ialah Mesin uap pada abad ke-18 yang merupakan salah satu pencapaian tertinggi. Revolusi 1.0 meningkatkan perekonomian dunia yg luar biasa. Selama dua abad setelah revolusi industri, sebanyak enam kali lipat pendapatan perkapita negara di dunia meningkat .

Revolusi generasi kedua, atau bisa disebut Revolusi Industri 2.0. Kemunculan revolusi generasi kedua ditandai dengan masuknya energi listrik dan munclnya motor penggerak. Pada era ini, Bidang Manufaktur dan produksi massal terjadi. contoh pencapaian tertinggi dari akibat adanya revolusi 2.0 adalah Pesawat telepon, mobil, dan pesawat terbang.

Revolusi generasi ketiga, Perubahan sangat cepat terjadi pada awal revolusi Industri 3.0. Pada era ini ditandai dengan tumbuhnya industri berbasis otomasi, elektronika,  dan teknologi informasi. Teknologi digital dan internet mulai dikenal dan masuk pada akhir era ini. Hingga sampai ke Revolusi Industri 4.0 yang ditandai dengan berkembangnya Internet of/for Things, dan kehadirannyapun sangat cepat.

Dalam revolusi industri 4.0 Banyak hal yang tak terpikirkan sebelumnya bisa muncul dan menjadi inovasi baru, Dan membuka lahan bisnis baru yang sangat besar. Contoh revolusi industri 4.0 yaiu Munculnya transportasi dengan sistem ride-sharing seperti Grab, Go-jek, dan Uber. Kehadiran revolusi industri 4.0 akan menghadirkan  usaha baru, lapangan kerja baru, dan profesi baru yang tidak pernah terfikirkan sebelumnya.

Program Making Indonesia 4.0

Mau tidak mau seluruh negara harus menerapkan Industri 4.0, Indonesia sendiri lewat Kementerian Perindustrian (Kemenperin) telah meluncurkan program Making Indonesia 4.0 yg merupakan sebuah peta jalan (roadmap) terintegrasi dan kampanye yang bertujuan mengimplementasikan strategi menghadapi era revolusi industri ke-4 (Industry 4.0). Roadmap tersebut diluncurkan pada 4 April 2018.

Sebagai langkah awal Indonesia dalam menjalankan Industri 4.0, terdapat lima industri yang nantinya akan menjadi fokus implementasi industri 4.0 di Indonesia, yaitu:

  1. Makanan dan minuman
  2. Tekstil
  3. Otomotif
  4. Elektronik
  5. Kimia

Lima industri ini merupakan Sektor yang nantinya diharapkan membawa pengaruh yang besar dalam hal daya saing dan kontribusinya terhadap ekonomi Indonesia menuju 10 besar ekonomi dunia pada tahun 2030. Kelima sektor ini akan menjadi contoh bagi penerapan industri 4.0, yang nantinya bisa dipakai untuk penciptaan lapangan kerja baru dan investasi baru berbasis teknologi.

Industri 4.0 di Indonesia nantinya akan menarik investasi baik luar negeri maupun domestik, Dikarnakan industri di Indonesia lebih produktif dan mampu bersaing dengan negara-negara lain, serta berusaha semakin baik disertai dengan peningkatan kemampuan SDM Indonesia dalam mengadopsi teknologi. Revolusi mental juga pelu dijalankan, mulai dari merubah mindset ketakutan dan negatif terhadap industri 4.0 yang beerakibat mengurangi lapangan pekerjaan atau paradigma bahwa teknologi itu sulit.

Dalam menghadapi revolusi industri 4.0 ini, Kita harus berusaha untuk terus meningkatkan kemampuan belajar, ketrampilan yg sesuai dengan kebutuhan di era industri 4.0, sehingga kita akan mampu dan memiliki daya saing yg lebih kuat. Kita berharap industri 4.0 tetap dalam kendali. Kita harus sadar, bahwa perubahan besar dalam industri 4.0 adalah keniscayaan yang tidak bisa dihindari.oleh karna itu, menjadi PR kita semua bagaimana cara kita siap dengan kehadiran Revolusi  Industri 4.0. kita tidak boleh takut, tapi kita bisa melawan dan menghadapinya.

Dengan segala potensi yg ada kita harus bisa menjadi pelaku aktif  supaya mendapatkan manfaat atas perubahan besar ini. Kita tidak bisa menghindar akan tetapi kita bisa menghadapi tantangan itu, Tantangan ke depan adalah bagaimana cara meningkatkan skill tenaga kerja kita di Indonesia, dikarnakan 70% angkatan kerja di Indonesia adalah lulusan SMP. Pendidikan sekolah menjadi suatu keharusan agar SDM mampu bersain dan bisa langsung terserap ke industri.

Akhir kata,

Kesimpulannya revolusi industri 4.0 bukanlah sebuah kejadian yg menakutkan, justru adanya industri 4.0 peluang usaha baru makin luas terbuka bagi anak bangsa untuk berkontribusi terhadap perekonomian nasional. Sekian artikel dari saya, semoga bermanfaat.

Related Posts

Subscribe Our Newsletter